Abu vulkanik yang beterbangan saat gunung api erupsi ternyata tidak begitu saja menghilang dari muka bumi.
Sebagian material halus tersebut bisa jatuh ke laut, tenggelam melalui kolom air, lalu terkubur di dasar laut bersama sedimen lainnya.
Jejak material itu dapat bertahan sebagai lapisan sedimen yang menyimpan informasi penting mengenai aktivitas gunung api masa lalu.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan bahwa material erupsi ini menjadi bagian dari rekaman geologi.
Saat erupsi terjadi, gunung api memuntahkan berbagai material ke lingkungan sekitar termasuk atmosfer.
Partikel vulkanik yang sangat halus dapat terbawa angin, tetapi tidak semuanya tetap berada di udara selamanya.
Material yang jatuh ke laut akan mengendap, bercampur dengan sedimen, lalu tersimpan sebagai lapisan di dasar perairan.
Proses pengendapan ini berlangsung secara bertahap seiring berjalannya waktu.
Partikel vulkanik berada di dalam kolom air sebelum akhirnya turun menuju dasar laut.
Setibanya di dasar, partikel tersebut bercampur dengan material sedimen lain yang sudah ada sebelumnya.
Endapan baru terus menutupi lapisan yang lebih lama secara berkesinambungan.
Material vulkanik pun akhirnya menjadi bagian permanen dari lapisan sedimen di dasar laut.
Erupsi yang terjadi di daratan maupun sekitar perairan dapat meninggalkan jejak jauh di bawah permukaan air.
Lapisan sedimen yang mengandung material vulkanik ini memiliki nilai tinggi bagi para ilmuwan.
Rekaman geologi tersebut merekam aktivitas gunung api serta perubahan lingkungan pada masa lalu.
Para peneliti tidak hanya mempelajari gunung api dari batuan atau endapan yang ditemukan di daratan saja.