Nama Elon Musk tidak tercantum di surat suara saat pemilu sela di Amerika Serikat.
Namun, ia berpotensi merugi besar akibat kemenangan Partai Demokrat di Kongres dan Senat.
Bos Tesla dan SpaceX ini kemungkinan menghadapi penyelidikan kontrak miliaran dolar dari pemerintah.
Penyelidikan tersebut mencakup dana yang diberikan kepada perusahaannya sejak Presiden Donald Trump menjabat.
Politisi Partai Demokrat ingin mengetahui apakah Musk menggunakan pengaruhnya untuk menguntungkan bisnis miliknya.
Selain itu, hubungan Musk dengan negara lain seperti Rusia turut menjadi sorotan dalam penyelidikan mendatang.