"Tsunami akibat Gmp Mag:7,7 SR, terdeteksi di Tahuna (06:58WIB) 0,30 m, Paleleh (07:34WIB) 0,45 m, Tanjung Sidupa (07:39WIB) 0,32 m, Talengan (08:20WIB) 0,75 m BMKG," tulis BMKG menambahkan data empat wilayah lain yang ikut terdampak riak tsunami.
Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangan resmi mengatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini berpotensi tsunami.
Pihak BMKG menjelaskan secara detail struktur patahan yang menjadi pemicu utama dari runtuhan batuan di zona subduksi Mindanao.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Wijayanto terkait karakteristik geologis gempa.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap segala bentuk informasi yang beredar dan hanya memercayai laporan yang telah terverifikasi oleh lembaga berwenang.
>>> Polisi Selidiki Kematian Anak Sembilan Tahun di Jasinga Bogor
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Wijayanto.
