Wasit asal Prancis, François Letexier, kembali menjadi pusat kontroversi setelah memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir.
Keputusannya sepanjang pertandingan memicu gelombang kritik dari kubu Mesir hingga warganet dunia, termasuk dari Indonesia yang pernah merasakan kontroversi serupa.
>>> Ilustrasi Tanpa Kata yang Bikin Netizen Merenung, Karya Stephan Schmitz
Argentina berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang dramatis 3-2 atas Mesir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.
Namun, hasil itu dibayangi sejumlah keputusan kontroversial, mulai dari penalti yang dibatalkan, gol Mesir yang dianulir melalui VAR, hingga beberapa insiden yang dinilai luput dari peninjauan.
Kritik Pemain dan Pelatih
Striker Mesir Mostafa Ziko meluapkan kemarahannya kepada Letexier usai pertandingan.
"Wasit tidak adil, sama sekali tidak adil. Dia menghancurkan perjuangan seluruh bangsa," kata Ziko.
Menurutnya, sejak awal pertandingan Mesir sudah diperlakukan tidak adil sehingga sulit mempertahankan keunggulan atas Argentina.
"Tidak mungkin kami bisa mengalahkan Argentina dengan skor 2-0. Ini adalah Piala Dunia yang sudah diatur.
Semoga Tuhan melindungi kami," ujarnya.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, juga mengaku kecewa dengan sejumlah keputusan wasit yang menurutnya mengubah jalannya pertandingan.
Hassan menyoroti penalti Mesir yang tidak diberikan, gol kedua timnya yang dianulir, hingga beberapa insiden lain yang tidak ditinjau secara adil oleh VAR.
"Hidup ini memang tidak adil. Tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga?
Saya tidak bisa menerima hasil ini," kata Hassan.
Ia bahkan mempertanyakan apakah ada faktor lain yang membuat Argentina mendapat keuntungan.
"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia di kompetisi ini? Mungkin mereka ingin Messi tetap berkompetisi?"
ujarnya.
Hassan mengaku telah menyampaikan langsung protes kepada Letexier seusai laga.
>>> Pelatih Mesir Ngamuk, Tuding Argentina dan Messi 'Dibantu' Menang
