Keputusan wasit menganulir gol Mesir saat melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menuai kritik.
Eks wasit Premier League Graham Scott menilai gol tersebut seharusnya tetap sah.
>>> Messi Menangis usai Argentina Lolos Dramatis, Ronaldo Kembali Diseret
Pertandingan di Atlanta Stadium, Selasa (7/7) malam WIB, berakhir dengan kekalahan Mesir 2-3.
Saat Mesir unggul 1-0, Mostafa Ziko mencetak gol pada menit ke-58 memanfaatkan umpan terobosan Mohamed Salah.
Wasit Francois Letexier membatalkan gol setelah berkonsultasi dengan VAR. Alasannya, ada pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez dalam proses sebelum serangan balik.
Kontak Normal, Bukan Pelanggaran
Menurut Scott, kontak Attia terhadap Martinez adalah kontak normal yang biasa terjadi dalam pertandingan. Ia menegaskan hal itu bukan pelanggaran yang layak ditinjau VAR.
>>> Meta Digugat Rp25.000 Triliun, Instagram dan Facebook Dituduh Membuat Candu
"Lokasinya hampir 100 yard dari gawang, dan Argentina punya kesempatan mengatur ulang pertahanan. Tidak heran Mesir merasa dirugikan," ujar Scott dalam analisisnya di The Athletic.
Scott juga menyoroti bahwa VAR seharusnya hanya mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata. Menurutnya, intervensi VAR dalam insiden ini mengejutkan dan melanggar peran VAR.
Ia menambahkan, semakin lama waktu dan jarak antara tekel dan gol, semakin serius pelanggaran yang harus dituduhkan. Namun dalam kasus ini, tidak ada pelanggaran berarti.
>>> Kritik Ronaldo yang Akhirnya Pensiun Bela Timnas, Media Portugal: Kelamaan
Scott juga menilai penolakan penalti untuk Mesir atas dugaan pelanggaran terhadap Salah sudah tepat. Kontak pada sepatu Salah tidak cukup untuk menjatuhkannya.
