Generasi muda di Amerika Serikat dilaporkan semakin meragukan teknologi kecerdasan buatan dan para eksekutif yang mempromosikannya.
Sikap skeptis ini mencakup sejumlah nama pemimpin perusahaan teknologi terkemuka dunia saat ini.
>>> Rodri ke Barca, Real Madrid Wajib Cari Solusi Saingi Rival
Sebuah survei yang melibatkan 1.088 responden berusia 18 hingga 34 tahun mengungkap pandangan tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa Satya Nadella dari Microsoft menjadi sosok yang paling dipercaya di antara sembilan bos teknologi.
Meskipun demikian, hanya 35% responden yang menyatakan percaya kepada Satya Nadella.
Sementara itu, 65% responden lainnya mengaku tidak menaruh kepercayaan kepada CEO Microsoft tersebut.
Tingkat ketidakpercayaan yang lebih tinggi tercatat pada para pemimpin industri teknologi lainnya.
Sebanyak 69% responden menyatakan tidak mempercayai CEO OpenAI Sam Altman.
Angka ketidakpercayaan terhadap Elon Musk mencapai 70%.
>>> Ganda Campuran Rehan/Gloria Menang Mudah di Kejuaraan Dunia Bulutangkis
Mark Zuckerberg dan Jensen Huang masing-masing mencatatkan tingkat ketidakpercayaan sebesar 71%.
Sundar Pichai dan Dario Amodei menghadapi ketidakpercayaan masing-masing sebesar 74% dan 76%.
Peter Thiel serta Alex Karp dari Palantir mencatatkan tingkat ketidakpercayaan tertinggi yaitu 79% dan 81%.
Sebanyak 45% responden meyakini kecerdasan buatan akan memberikan dampak buruk bagi karier mereka.
Hanya 10% responden yang meyakini teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan mereka.
Sebanyak 40% responden menilai pemerintah federal perlu menyusun aturan untuk mengendalikan teknologi ini.
>>> Festival Belanja erafone 2026 Gelar Promo Diskon Belasan Juta Rupiah
Selain itu, 60% responden meminta agar pembangunan pusat data kecerdasan buatan diperlambat.
