Seorang peneliti elit China bernama Ning Boyu memutuskan meninggalkan pekerjaannya di perusahaan Huawei demi membantu keluarganya bertani jagung.
Sebelumnya ia menerima gaji sekitar Rp 2,5 miliar dalam setahun dari program rekrutmen khusus.
>>> Klasemen dan Hasil Liga Spanyol: Barcelona Pesta Gol atas Elche
Pemuda berusia 30 tahun tersebut pulang ke kampung halamannya di Provinsi Hunan untuk memanen dan menjual hasil tani.
Ia mengaku hanya memperoleh pendapatan yang sangat kecil pada hari pertama bekerja di ladang.
Meski demikian, ia merasa senang karena menjalani pengalaman baru yang berbeda dari dunia teknologi.
>>> Barcelona Awali Musim dengan Kemenangan Telak 5-0 atas Elche
Tekanan kerja yang tinggi serta kekhawatiran terkait perkembangan kecerdasan buatan turut memengaruhi keputusannya.
Kegiatan bertani tersebut hanya bersifat sementara sebelum ia melanjutkan karier risetnya di luar negeri.
>>> Riset Kelautan BRIN Bedah Potensi Megathrust dan Bawah Laut
Ia telah menerima beasiswa pascadoktoral untuk melakukan penelitian di Swedia dalam waktu dekat.