Ketegangan geopolitik dan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan dapat mengganggu infrastruktur kabel laut internasional.
Situasi tersebut memicu ancaman serius terhadap tulang punggung konektivitas internet global yang mengarah ke wilayah Asia.
Peluang Strategis bagi Indonesia
Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba menjelaskan bahwa kondisi ini membuat jalur laut seperti Selat Hormuz dan Laut Merah menjadi sangat rawan.
Apabila jalur utama tersebut mengalami gangguan akibat perang, dampaknya bakal dirasakan secara luas oleh berbagai negara di Asia.
Kendati demikian, situasi ini justru memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia untuk tampil sebagai rute alternatif konektivitas global.
Negara-negara di Asia Selatan dapat mengalihkan sambungan jaringan mereka menuju Amerika Serikat melalui wilayah Indonesia.
Langkah ini dinilai mampu memperkuat ketahanan infrastruktur jaringan internet dunia dari ketergantungan pada satu jalur tunggal.