Mantan pemain tersebut membawa bendera berukuran besar dan berharap Iran bisa bertemu dengan tim Amerika Serikat pada fase gugur nanti.
"Saya harap mereka akan menghajar tim AS," kata Moghadam sambil tertawa saat bus pemain menjauh dari lokasi penyambutan.
Sementara itu, Hossein Nikyar yang datang dari Los Angeles bersama putranya mengapresiasi ketatnya pengamanan militer Meksiko di Tijuana.
Ia menilai situasi politik suporter Iran di AS cukup sensitif.
"Lebih aman bagi mereka berada di sini daripada di Los Angeles, karena banyak orang Iran di LA adalah pendukung monarki yang ingin menggulingkan pemerintah," kata Nikyar.
Meskipun telah mengantongi tiket pertandingan di Los Angeles, ia mengaku kecewa terhadap komitmen FIFA terkait intervensi politik.
"FIFA mengeklaim bahwa tidak ada politik dalam Piala Dunia, dan semuanya tentang permainan sepak bola yang adil," ujar Nikyar.
"Tetapi kenyataannya, kita melihat bahwa itu tidak benar," katanya.
>>> Jason Momoa Ubah Koleksi Kendaraan Klasik Jadi Bertenaga Listrik
Pada fase grup Piala Dunia 2026, tim nasional Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Mereka mengejar target lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.