⌂ Beranda News Jet Tempur F-14 Tomcat Iran Terancam Punah Pasca Serangan Udara AS

Jet Tempur F-14 Tomcat Iran Terancam Punah Pasca Serangan Udara AS

Jet Tempur F-14 Tomcat Iran Terancam Punah Pasca Serangan Udara AS
Ilustrasi jet tempur F-14 Tomcat Iran
A A Ukuran Teks16px

Laporan menyebut Iran memperoleh rudal AIM-54 Phoenix dan komponen lain yang memperpanjang usia operasional F-14.

Bantuan ini memungkinkan insinyur Iran memodifikasi sebagian armada Tomcat menjadi pesawat serang darat, sebuah modifikasi yang kemudian ditiru oleh Angkatan Laut AS.

>>> Google Luncurkan Gemini Go untuk Android Murah, Butuh RAM 2GB

Sejak akhir 1990-an, Iran beralih ke jalur lain, termasuk membongkar jaringan penyelundupan suku cadang F-14. Beberapa kasus besar melibatkan broker internasional di berbagai negara.

Kekhawatiran Washington terhadap kebocoran suku cadang mencapai puncaknya setelah Angkatan Laut AS memensiunkan pesawat tersebut pada 2006.

Pentagon memilih menghancurkan sebagian besar armada F-14 yang sudah pensiun untuk mencegah komponen jatuh ke tangan Iran.

Pada 2007, pemerintah AS menyita beberapa F-14 yang dipajang di museum karena dianggap masih menyimpan komponen penting.

Kongres AS kemudian mengesahkan aturan yang melarang perdagangan komponen F-14 kepada Iran.

Akibatnya, banyak F-14 bekas milik AS dibongkar dan dihancurkan agar tidak bisa menjadi sumber suku cadang.

F-14 Tomcat Tetap Vital bagi Pertahanan Iran

Meskipun usianya tua, F-14 tetap menjadi tulang punggung pertahanan udara Iran, ditempatkan di sekitar fasilitas strategis seperti Bushehr, Natanz, dan Arak.

Iran terus memodernisasi armada ini dengan radar, radio, sistem navigasi, dan avionik buatan lokal.

Teheran juga disebut berhasil mengintegrasikan rudal baru seperti R-73 buatan Rusia dan sistem senjata modifikasi domestik.

Modernisasi ini membuat F-14 Iran tetap relevan meski usianya mendekati setengah abad.

Terlepas dari keterbatasan, Iran berhasil mempertahankan armada F-14 selama lebih dari 45 tahun.

Keberhasilan ini merupakan kombinasi dari kanibalisme pesawat, produksi komponen lokal, pasar gelap internasional, dan program modernisasi berkelanjutan.

Menjelang konflik terbaru, analis memperkirakan Iran masih memiliki sekitar 20 hingga 40 F-14 yang dapat dioperasikan.

>>> Komisi III DPR Mulai Bahas Revisi UU Polri, Prioritaskan Pasal Mudah

Laporan mengenai dugaan kehancuran beberapa F-14 dalam serangan terbaru kembali mempertanyakan masa depan jet tempur legendaris ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru