Karena yang bertanggung jawab melakukan pembongkaran adalah pemilik aset, yaitu Pemerintah Provinsi Sumbar," tegas Andre.
>>> Indonesia dan Filipina Sepakati Barter Bijih Besi dan Tekstil
Penundaan jadwal tender pembongkaran stadion oleh pemerintah provinsi berpotensi menggeser target penyelesaian keseluruhan proyek konstruksi.
Dampak mundurnya jadwal pembongkaran ini akan memengaruhi lini masa pembangunan yang sudah disusun oleh pemerintah pusat.
"Kalau masyarakat ingin tahu kapan stadion ini dibangun, tanyakan juga kepada Pemprov Sumbar, kapan pembongkarannya dilakukan. Setelah stadion dirubuhkan, pemerintah pusat melalui kontraktor siap memulai pembangunan," katanya.
Kendala pembongkaran ini dikonfirmasi oleh instansi teknis pusat di daerah yang menyatakan bahwa otoritas penuh pembongkaran berada di bawah pemerintah provinsi.
Kerja sama intensif terus diupayakan agar pembersihan lahan bisa segera dituntaskan demi kelancaran konstruksi.
"Kami terus berkolaborasi dengan Pemprov terkait aset GHAS ini. Pembongkaran tidak bisa dilakukan pemerintah pusat karena asetnya milik Pemprov.
Semakin cepat pembongkaran dilakukan, semakin cepat kami memulai pekerjaan konstruksi," ujar perwakilan kementerian terkait.
Sifat proyek yang menggunakan sistem tahun jamak membuat efisiensi waktu awal menjadi sangat krusial agar tidak memotong durasi kerja yang tersedia.
Percepatan pembersihan lahan menjadi kunci agar total durasi pengerjaan tidak semakin menyusut.
"Kami membutuhkan waktu pembangunan sekitar 16 bulan. Jangan sampai waktu itu terus berkurang karena proses awal terlalu lama.
Itu sebabnya kami berharap ada percepatan dari Pemprov," katanya.
Proses pembongkaran fisik stadion diperkirakan memakan waktu dua bulan, sehingga keterlambatan di fase ini akan otomatis menggeser jadwal pengerjaan utama.
Implikasinya, klub sepak bola Semen Padang FC terancam harus menunggu lebih lama untuk menggunakan markas mereka.
"Kalau pembongkaran dimulai Juli dan selesai dua bulan kemudian, maka kemungkinan konstruksi baru dimulai September.
Dengan waktu pembangunan sekitar 16 bulan, kemungkinan Semen Padang FC baru bisa kembali bermain di Stadion Haji Agus Salim pada musim 2027/2028," ujarnya.
Pemerintah pusat menegaskan komitmen anggaran penataan kawasan olahraga ini sudah siap dan operasional sesuai prosedur tender yang berjalan.
>>> Trenggono Mundur dari TNI Setelah Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN
Penyelesaian sengketa administratif dan fisik di tingkat daerah diharapkan selesai tepat waktu agar tidak memicu penundaan baru.
"Sekali lagi, kontraktor dari Kementerian PU siap membangun mulai 1 Juli 2026. Kuncinya sekarang ada di Pemerintah Provinsi Sumbar, kapan pembongkaran stadion dilakukan. Kalau itu selesai, pembangunan bisa langsung berjalan," tegas Andre.