Manajemen meyakini proses transaksi ini tidak akan mengganggu kelancaran operasional perusahaan secara material. Posisi modal kerja dan arus kas dinilai sangat aman untuk membiayai buyback sekaligus ekspansi usaha.
Pelaksanaan program ini diproyeksikan tidak memberikan dampak buruk terhadap pendapatan Telkom. Namun, penggunaan kas internal dipastikan akan mengubah postur laporan keuangan perusahaan.
Penurunan nilai diproyeksikan terjadi pada pos aset dan ekuitas maksimal sebesar Rp 4 triliun.
Total aset TLKM diperkirakan turun menjadi Rp 282,280 triliun dari posisi sebelumnya Rp 287,759 triliun.
Sementara itu, pos ekuitas diproyeksikan berkurang dari Rp 150,537 triliun menjadi Rp 145,058 triliun.
Meski aset dan ekuitas menyusut, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk diproyeksikan tidak berubah di angka Rp 17,814 triliun.
>>> Ekonom: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Tapi Belum Hilangkan Kekhawatiran Pasar
Sebaliknya, nilai laba per saham perusahaan berpotensi mengalami kenaikan menjadi Rp 183,1 dari posisi awal Rp 179,8.