>>> Persija Jakarta Resmi Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran khusus pada APBD perubahan untuk memprioritaskan fasilitas jalan desa, penerangan jalan umum, air bersih, serta pengelolaan persampahan.
"Provinsi fokus di tiga hal pada APBD perubahan yakni jalan desa, PJU desa dan air bersih serta pengelolaan sampah," tutur Dedi.
TNI Angkatan Darat menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung Pemprov Jabar untuk mengatasi persoalan lingkungan dan iklim tersebut.
Langkah taktis yang disiapkan mencakup pendataan distribusi air bersih serta pengoperasian infrastruktur pengolahan sampah berskala besar.
"Gubernur yang paling serius melakukan mitigasi masalah sampah dan ancaman kemarau.
Kami laporkan jika TNI sudah membangun sedikitnya 500 titik distribusi air bersih, namun memang belum terdata dengan baik, kami akan segera lakukan pendataan untuk antisipasi kemarau khususnya di Jabar," kata KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
TNI telah membangun fasilitas pengolahan berbasis metode pirolisis dan insinerator bersuhu tinggi di beberapa lokasi strategis seperti Bekasi, Bogor, dan Bandung untuk mengurangi volume sampah eksisting.
"Mau di Bogor, Tasik, Bandung, Karawang kita siap bangun waste to fuel. Tinggal kesiapan lahannya, pembangunan perlu waktu sekitar satu tahun," tutur Maruli Simanjuntak.
BMKG memvalidasi bahwa wilayah pesisir pantai utara Jawa Barat sudah mulai memasuki musim kemarau yang datang lebih awal akibat El Nino.
Durasi kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung selama tiga hingga tujuh bulan.
"Tahun ini kemarau datang lebih cepat, lebih panjang dan lebih kering karena fenomena El Nino.
>>> Gempa 7,8 Magnitudo Guncang Filipina Selatan, Lima Tewas
Bulan Juni ini di Pantura sudah terasa, dan bulan Juli hingga Oktober akan merata di Jabar, dimana puncaknya di bulan Agustus dan September," pungkas Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.