⌂ Beranda News Pemerintah Bidik Indonesia Jadi Pusat Perawatan Pesawat Asia

Pemerintah Bidik Indonesia Jadi Pusat Perawatan Pesawat Asia

Pemerintah Bidik Indonesia Jadi Pusat Perawatan Pesawat Asia
Pesawat di hanggar perawatan MRO
A A Ukuran Teks16px

“Indonesia masih membutuhkan lebih banyak teknisi dan insinyur penerbangan untuk mengimbangi pertumbuhan armada dan kebutuhan layanan perawatan pesawat yang terus meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) Andi Fahrurrozi menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama industri MRO di Asia.

Namun, industri MRO nasional masih menghadapi sejumlah tantangan.

Industri MRO nasional saat ini dilaporkan sudah menguasai sekitar 90 persen pekerjaan perawatan struktur pesawat atau airframe.

Tantangan terbesar kini berada pada perawatan komponen dan mesin pesawat yang membutuhkan investasi besar.

“Kendala kita ada di komponen dan engine. Untuk engine, sekitar 70 persen masih dikerjakan di luar negeri,” ujarnya.

Keterbatasan kapasitas tersebut membuat hampir separuh pasar perawatan pesawat Indonesia masih dinikmati oleh perusahaan luar negeri.

IAMSA mencatat sekitar 46 persen pasar MRO nasional masih mengalir ke luar negeri.

Pasar yang hilang tersebut terutama berasal dari pekerjaan perawatan mesin dan komponen pesawat.

Oleh karena itu, industri berharap pemerintah segera menyelesaikan sejumlah kebijakan strategis untuk meningkatkan daya saing MRO nasional.

Salah satu kebijakan yang ditunggu adalah penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat. Pembahasan mengenai fasilitas dan penyederhanaan aturan impor komponen penerbangan ini telah berlangsung dalam dua tahun terakhir.

Saat ini, pembahasan regulasi tersebut sedang menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

>>> Hossam Hassan Pastikan Mohamed Salah Fit 100 Persen Jelang Piala Dunia 2026

“Keberhasilan bergantung pada kekuatan ekosistem. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, regulator, maskapai, penyedia MRO, OEM, pemasok, institusi pendidikan, dan investor,” jelasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru