Di sisi lain, kebijakan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin dihormati OJK sebagai langkah menjaga nilai tukar rupiah dari gejolak ketidakpastian global.
OJK menegaskan akan terus memitigasi risiko transmisi kebijakan tersebut terhadap sektor perbankan dan industri jasa keuangan secara menyeluruh.
Sebelumnya, wacana aksi korporasi ini mengemuka setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan pimpinan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah penyelamatan terhadap kejatuhan harga saham bank-bank BUMN yang dinilai masih memiliki fundamental sangat kokoh.
"Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," ujar Sufmi Dasco Ahmad.
Dalam kesempatan yang sama, ketua asosiasi bank-bank milik negara memastikan bahwa kondisi operasional maupun finansial bank pelat merah tidak terganggu oleh dinamika pasar saham saat ini.
>>> Kedekatan Infantino dan Trump Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026
"Secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," tegas Putrama Wahju Setyawan, Ketua Himbara.