PT Indosat Mega Media melalui Lintasarta tetap melanjutkan investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).
Langkah ini diambil meskipun harga komponen RAM dan GPU mengalami lonjakan akibat krisis memori serta pelemahan nilai tukar rupiah.
>>> Pedri Tampil Brilian dengan Umpan Sempurna, Spanyol Libas Peru 3-1
Investasi GPU Nvidia Sejak 2025
Penanaman modal untuk pengadaan GPU Nvidia sebenarnya telah dieksekusi oleh perusahaan sejak tahun 2025.
Evaluasi mendalam terhadap permintaan pasar dan regulasi yang berlaku menjadi dasar utama perusahaan dalam mengeksekusi ekspansi siber ini ke depan.
"Investasi kita akan lakukan dengan hati-hati dan ada hubungannya dengan kebutuhan pelanggan dan kebutuhan industri dan kebutuhan regulasi," kata Armand Hermawan, President Director dan CEO Lintasarta.
Manajemen kini tengah merumuskan pemanfaatan optimal dari infrastruktur yang tersedia agar memberikan dampak efisiensi maksimal bagi para mitra bisnis.
Opsi yang disiapkan mencakup penyediaan layanan GPU-as-a-service hingga skema berbagi infrastruktur antar-pengguna.
>>> Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0 di Laga Uji Coba FIFA Matchday
Perkenalkan Intelligent Core
Sebagai solusi terintegrasi, Lintasarta turut memperkenalkan Intelligent Core yang menggabungkan pilar Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI.
Layanan berbasis kedaulatan digital ini menyasar lima sektor strategis yaitu keuangan, pemerintah, manufaktur, kesehatan, dan ritel.
"Syarat teknologi yang diharuskan untuk perbankan dan fintech, salah satunya apa?
Harus first class, baik data center-nya harus bisa AI ops, fraud detection system-nya harus bagus, cybersecurity-nya harus andal, SLA-nya harus bagus, all-in-one service.
Kita bisa semuanya dengan 4C tadi," pungkas Armand Hermawan.
>>> Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Dialog Langsung dengan Warga Krukut
Implementasi teknologi ini telah disesuaikan dengan regulasi OJK, termasuk penyediaan Secure Banking Stack khusus untuk mendeteksi penipuan di sektor perbankan.