Sebelumnya, Trump berulang kali mengklaim kesepakatan tersebut sudah dekat, walau belum kunjung terealisasi.
Kondisi gencatan senjata yang sempat disepakati pada bulan April berada di ambang kehancuran setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai respons atas serangan di Lebanon.
Israel kemudian membalas dengan melayangkan serangan balik ke wilayah Republik Islam Iran.
Donald Trump telah memberikan tekanan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menahan diri dari tindakan penyerangan lebih lanjut.
Rangkaian konflik tersebut sempat memicu lonjakan harga minyak di awal pekan, namun situasi dinilai mulai mereda tanpa adanya eskalasi lanjutan karena kedua belah pihak disebut sepakat menghentikan tembakan.
Secara akumulatif, harga minyak mentah telah melonjak sekitar 30 persen sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Pihak Teheran membalas aksi tersebut dengan menyerang kapal tanker serta memasang ranjau di jalur laut Selat Hormuz, yang menyebabkan kemerosotan lalu lintas kapal dan memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Sebagai langkah penekanan agar Iran bersedia mencapai kesepakatan, Donald Trump menerapkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan serta kapal-kapal milik Iran.
>>> Lionel Scaloni Pastikan Lionel Messi Tampil Melawan Islandia
Para eksekutif dan analis industri minyak menilai harga minyak mentah saat ini masih relatif moderat dibanding skala gangguan yang terjadi berkat keberadaan cadangan global, namun harga diproyeksikan melonjak akhir tahun ini seiring penurunan persediaan di tengah puncak permintaan musim panas.