Sebanyak enam bintang katai merah diduga kuat telah menelan planet-planet di sekitarnya. Temuan ini berdasarkan deteksi unsur litium yang tidak seharusnya ada di atmosfer bintang-bintang tersebut.
Para astronom dari berbagai institusi, dipimpin oleh Robin Jeffries dari Keele University, Inggris, menganalisis data survei Spektroskopi Gaia-ESO (GES).
>>> DEN: 86,9 Persen Satuan Gizi Program MBG Gandeng UMKM Lokal
Survei ini mengumpulkan informasi komposisi kimia ribuan bintang di galaksi Bima Sakti, terutama di gugusan bintang.
Bintang katai merah umumnya menghancurkan litium dengan sangat cepat pada masa mudanya.
Oleh karena itu, keberadaan litium di atmosfer bintang-bintang ini menunjukkan bahwa unsur tersebut baru saja ditambahkan, kemungkinan dari planet yang ditelan.
Dari ribuan bintang yang diteliti, hanya 318 bintang katai merah yang menunjukkan tanda-tanda litium. Dari jumlah tersebut, enam bintang memiliki kandungan litium jauh lebih banyak dari yang seharusnya.
"Bahkan sejumlah kecil litium pun akan terlihat jelas di bintang-bintang ini, seperti melemparkan cat ke kanvas kosong," jelas Jeffries.
>>> Harga Minyak Mentah Dunia Turun Imbas Peningkatan Lalu Lintas Selat Hormuz
Para peneliti kemudian membuat model untuk menjelaskan fenomena ini.
Hasilnya menunjukkan bahwa sinyal litium pada keenam bintang konsisten dengan aktivitas akuisisi baru, yaitu dengan memakan planet lain.
Planet berbatu berukuran kecil memang umum ditemukan di sekitar bintang katai merah.
Perhitungan menunjukkan bahwa sekitar tiga hingga 10 massa Bumi dari sebuah planet perlu ditelan untuk menghasilkan sinyal yang teramati.
>>> Harga Pertamax DKI Jakarta Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Temuan ini membuka wawasan baru dalam bidang nekroplanetologi, yaitu studi tentang planet yang telah musnah.