Mantan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, akhirnya angkat bicara mengenai alokasi dana sebesar 222 juta Euro yang diterima klub dari penjualan Neymar ke Paris Saint-Germain pada tahun 2017.
Uang hasil penebusan klausul pelepasan penyerang asal Brasil tersebut, menurut Bartomeu, dihabiskan manajemen Barcelona untuk mendatangkan dua pemain bintang: Ousmane Dembele dan Philippe Coutinho.
>>> Pemerintah Siapkan 9 Kebijakan Jaga Ketahanan Ekonomi Hingga 2027
Bartomeu menjelaskan bahwa inflasi pasar transfer saat itu dipicu oleh klub-klub Premier League serta klub milik negara seperti PSG dan Manchester City.
Ia menambahkan bahwa kekuatan finansial klub-klub pesaing mengancam keberadaan pemain bintang di skuad Barcelona. "Kami memiliki tim terbaik di dunia, dan para pemain kami terus-menerus menerima tawaran.
Tim-tim lain ingin membubarkan skuad Barca," ujar Bartomeu.
Tekanan terhadap manajemen Barcelona meningkat ketika klausul pelepasan Neymar dibayarkan, karena adanya ancaman kehilangan pemain pilar lainnya.
"Sewaktu klausul pelepasan Neymar dibayarkan, kami mengalami momen yang sulit, terutama ketika, beberapa hari kemudian, kami mengetahui bahwa tim lain bersedia membayar klausul (Lionel) Messi sebesar 400 juta Euro," ungkap Bartomeu.
Manajemen Barcelona kemudian bergerak cepat di bursa transfer untuk merekrut Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund. Transfer ini menelan biaya 105 juta Euro ditambah bonus mencapai 35 juta Euro.
"Staf pelatih meminta Dembele kepada kami. 105 juta Euro ditambah 30-35 juta Euro dalam bonus masih terjangkau karena dia masih sangat muda.
>>> Kapolri Perintahkan Jajaran Kawal Kebijakan Strategis dan Awasi Devisa
Dia memulai dengan baik tetapi langsung cedera," jelas Bartomeu.
Selain Dembele, Barcelona juga merekrut Philippe Coutinho dari Liverpool dengan nilai transfer 135 juta Euro. Keputusan ini diambil setelah adanya pemberitahuan dari gelandang senior klub.
"Coutinho datang karena (Andres) Iniesta memberi tahu kami bahwa dia akan pergi. Staf pelatih menyarankan perekrutan itu.
Kami mampu membelinya," pungkas Bartomeu.
Namun, kedua pembelian tersebut dinilai tidak berjalan sukses.
Coutinho hanya bertahan empat tahun di Barcelona sebelum dilepas pada awal 2022, bahkan sempat dipinjamkan ke Bayern Munich.
>>> Tersangka Korupsi Bea Cukai Akui Pakai Uang Suap untuk Keluarga
Sementara itu, Dembele dilepas murah ke Paris Saint-Germain pada 2023 setelah kerap diganggu masalah cedera dan indisipliner.