Sebanyak 200 pemuda desa diberangkatkan ke Jepang dalam Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan generasi muda.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan bahwa para peserta berasal dari 15 provinsi di seluruh Indonesia.
>>> Puing Rudal Iran Hantam Pangkalan Udara Israel Utara
Program ini sejalan dengan pilar Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto mengenai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan melalui pembangunan dari desa.
Kementerian menekankan bahwa program ini merupakan investasi sumber daya manusia jangka panjang untuk kemajuan desa.
Yandri berharap para pemuda dapat mengidentifikasi dan memaksimalkan potensi lokal setelah kembali ke tanah air.
"Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia.
Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa-desa di tanah air," ujar Yandri Susanto.
>>> Vietnam U19 Evaluasi Kegagalan Piala AFF, Fokus Kualifikasi Piala Asia U20
Indonesia memiliki 75.266 desa dengan beragam sektor potensial yang dapat dikembangkan, mulai dari klaster desa ekspor, desa wisata, hingga pemenuhan swasembada air.
Selain pengiriman ke luar negeri, Kementerian Desa juga bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyediakan 500 beasiswa bagi anak-anak desa agar dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi.
Yandri Susanto menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan desa memerlukan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix, yang melibatkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai wawasan dari luar negeri sangat krusial bagi kemajuan daerah.
>>> Mayoritas Orang Tua Abai Pantau Aktivitas Digital Anak, Survei Ungkap Fakta Mengejutkan
Ia berharap para pemuda desa yang kembali dari Jepang dapat membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat.