⌂ Beranda News 22 Negara Desak Iran Hentikan Aksi Intimidasi dan Pembunuhan Global

22 Negara Desak Iran Hentikan Aksi Intimidasi dan Pembunuhan Global

22 Negara Desak Iran Hentikan Aksi Intimidasi dan Pembunuhan Global
Perwakilan dari 22 negara berkumpul untuk menyampaikan desakan kepada Iran terkait serangan global.
A A Ukuran Teks16px

Sebanyak 22 negara mendesak Iran untuk segera menghentikan aksi intimidasi, penculikan, hingga upaya pembunuhan terhadap individu di wilayah hukum mereka pada Kamis (11/6/2026).

Pernyataan bersama ini dirilis menyusul meningkatnya aktivitas intelijen Teheran yang menyasar para pembangkang dan jurnalis.

>>> Harga Pertamax Naik, Keluhan Muncul dan Potensi Migrasi ke Pertalite

Negara-negara yang menandatangani pernyataan gabungan tersebut meliputi Albania, Australia, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Finlandia, Jerman, Irlandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, Swedia, dan Amerika Serikat.

Dinas Keamanan Iran dituduh memanfaatkan jaringan kriminal lokal dan internasional untuk melancarkan operasi di Eropa, Amerika Utara, serta Australia.

Aliansi 22 negara ini mengecam keras keterlibatan dinas intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Pasukan Quds.

Mereka menilai tindakan Teheran yang menyasar komunitas Yahudi, jurnalis, serta tokoh pembangkang sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan.

"Upaya untuk membunuh, menculik, melecehkan, mengintimidasi, atau menyerang orang-orang di tanah kami, merusak kedaulatan nasional dan norma-norma internasional.

>>> Visa AS Ganggu Persiapan Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026

Tindakan-tindakan ini harus segera dihentikan," demikian bunyi pernyataan gabungan tersebut.

Kelompok Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya (HAYI), yang terafiliasi dengan Teheran, disebut berada di balik serangkaian aksi teror di Eropa.

Kelompok ini telah mengklaim tanggung jawab atas penusukan warga Yahudi dan pembakaran tempat ibadah di London utara, Inggris, Belgia, serta Belanda.

"Kami bersatu dalam tekad kami untuk melindungi negara dan rakyat kami dari ancaman-ancaman ini. Republik Islam Iran harus menghentikan tindakan-tindakan ini sekarang," tegas pernyataan gabungan tersebut.

Di belahan dunia lain, ketegangan diplomatik juga meningkat setelah Pemerintah Australia mengambil langkah tegas terkait aktivitas intelijen ini.

>>> 200 Pemuda Desa Diberangkatkan ke Jepang untuk Tingkatkan Keterampilan

Otoritas Canberra telah mengusir Duta Besar Iran akibat tuduhan keterlibatan Teheran dalam aksi pembakaran sinagoge di Melbourne dan sebuah kafe di Sydney.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru