⌂ Beranda News Pengamat Usulkan Pemisahan Kepemilikan Baterai untuk Dorong Motor Listrik

Pengamat Usulkan Pemisahan Kepemilikan Baterai untuk Dorong Motor Listrik

Pengamat Usulkan Pemisahan Kepemilikan Baterai untuk Dorong Motor Listrik
Ilustrasi motor listrik dengan baterai yang dapat dilepas
A A Ukuran Teks16px

"Walaupun nanti ada yang bilang, 'Wah, mahal-mahal' (kalau sewa baterai) tapi di situlah sebenarnya murah. Sebab kita terbiasa beli bensin.

Kalau di Polytron (sewa baterai) Rp 200.000 (per bulan) atau di yang lainnya nanti, swap atau segala macam, itu lebih murah," ujar Abdulah.

Faktor keamanan dan kepraktisan menjadi poin utama yang ditawarkan kepada para pengguna melalui sistem pembayaran berkala ini.

"Bukan lebih murah ya, tapi lebih nyaman dan aman dirasa sama si pengguna," katanya.

Selain sewa, skema penukaran baterai atau battery swap juga dipandang efektif dalam memangkas kecemasan konsumen mengenai penurunan performa sel daya di masa depan.

"Pembeliannya juga, orang tidak ragu untuk beli. Kita kalau kenapa-kenapa gimana?

Ada klaim garansi baterai, ada tinggal tukar. Sesimpel itu sebenarnya," ujar Abdulah.

Kemudahan proses penukaran dan jaminan garansi diyakini menjadi stimulus kuat bagi kepercayaan diri masyarakat untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan.

>>> BRI Multiguna Purna Bantu Pensiunan Jaga Produktivitas Masa Tua

"Jadi anggapan bahwa motor listrik susah atau motor listrik tidak bisa dijual itu terbantahkan," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru