"BUMN itu untung. Tahun 2025 itu (untung) Rp 335 triliun.
Jadi itu bohong kalau billing BUMN itu secara konsolidasi rugi. Itu bohong.
Yang rugi itu hanya Rp 20 triliun," jelas Dony.
Capaian laba bersih tersebut masih berpeluang merangkak naik. Hal ini seiring berjalannya program penyehatan dan peningkatan efisiensi di tubuh perusahaan-perusahaan negara.
"Kontribusi BUMN itu terhadap pendapatan negara, di luar dari laba plus pajak, itu kurang lebih hampir sekitar Rp 600-700 triliun setiap tahun.
Jadi BUMN kita itu besar," papar Dony.
Pemerintah kini tengah mengeksekusi beberapa langkah strategis.
Langkah tersebut meliputi konsolidasi korporasi, perampingan jumlah entitas anak usaha, hingga penyusunan peta jalan baru yang lebih fokus.
"Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita.
>>> BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur Makan Bergizi Rp6 Juta per Hari
Kita membangun roadmap yang baru. Kita membangun competitive advantage daripada perusahaan kita," jelas Dony.