⌂ Beranda News KKP Luncurkan Lab Uji Radioaktif Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

KKP Luncurkan Lab Uji Radioaktif Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

KKP Luncurkan Lab Uji Radioaktif Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara
Laboratorium uji radioaktif produk perikanan Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengoperasikan laboratorium uji kontaminasi radioaktif produk perikanan yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur.

Fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekspor komoditas laut Indonesia ke pasar internasional.

>>> Gangguan Global Landa Meta, Fitur Instagram, Facebook, Threads Lumpuh

Laboratorium yang berada di bawah pengelolaan Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM) ini merupakan satu-satunya di Indonesia dan yang pertama di kawasan Asia Tenggara.

Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan produk perikanan bebas dari paparan zat berbahaya.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menyatakan bahwa fasilitas pengujian ini telah memperoleh akreditasi ISO 17025 standar internasional.

Keberadaannya sangat krusial untuk menembus pasar global yang memiliki aturan ketat terkait standardisasi produk pangan.

Selain itu, laboratorium ini juga mendapatkan persetujuan dari BAPETEN selaku Otoritas Pengawas Nuklir dan approval dari US FDA untuk melakukan pengujian beberapa parameter radioaktif, termasuk Cesium-137 (Cs-137).

Pembangunan laboratorium penguji kontaminasi Cs-137 pada produk perikanan ini merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia.

>>> Trump Kecam Iran atas Bocoran Dokumen Kesepakatan yang Tidak Akurat

Fasilitas ini diproyeksikan untuk memperkuat penetrasi pasar ekspor komoditas perikanan, khususnya udang, ke negara tujuan utama seperti Amerika Serikat.

Lab BUSPM dapat menguji berbagai parameter mutu dan keamanan pangan, mulai dari bakteri, virus, kimia, logam berat, residu, hingga radionuklida pangan asal ikan.

Hasil uji laboratorium ini dapat digunakan untuk mengurus Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang menjadi persyaratan ekspor di beberapa negara yang mensyaratkan bebas radioaktif, seperti Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, komoditas udang Indonesia mencatatkan performa perdagangan yang kuat di pasar global.

KKP mencatat keberhasilan pengawalan pengiriman ekspor udang menuju Amerika Serikat.

Sejak 31 Oktober 2025 hingga 11 Juni 2026, KKP telah berhasil mengawal ekspor udang ke AS sebanyak 4.072 kontainer.

>>> Pria Terduga Pelecehan Anjing di Penjaringan Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Dari jumlah tersebut, 3.370 kontainer dengan volume 51.607 ton senilai Rp 8,78 Triliun dilaporkan telah resmi memasuki pasar Amerika Serikat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru