Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan kecaman keras terhadap pemerintah Iran.
Kecaman ini muncul setelah beredarnya deskripsi tidak akurat mengenai proposal kesepakatan kedua negara pada Jumat (12/6/2026).
>>> Pria Terduga Pelecehan Anjing di Penjaringan Jalani Pemeriksaan Kejiwaan
Trump mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial Truth Social.
Ia menyatakan bahwa rincian yang dibocorkan Iran ke media berita palsu tidak sesuai dengan kesepakatan tertulis yang telah dicapai.
"Rincian yang dibocorkan Iran ke media berita palsu tidak ada hubungannya dengan rincian yang telah disepakati secara tertulis," tulis Trump.
Ia menilai pernyataan pihak Teheran mengenai kesepakatan tersebut sangat jauh dari fakta yang sebenarnya terjadi di meja perundingan.
"Apa yang mereka katakan, termasuk pernyataan mereka yang lemah dan menyedihkan tentang adanya kesepakatan, tidak ada hubungannya dengan kebenaran," lanjut Trump.
Trump menambahkan kekecewaannya terhadap sikap Iran dalam proses negosiasi bilateral ini. "Orang-orang yang sangat tidak terhormat untuk diajak berurusan.
Dengan mereka, tidak ada yang namanya berurusan dengan itikad baik," katanya.
>>> Meta Alami Gangguan Massal Global, Facebook dan Instagram Lumpuh
Sebelumnya, media pemerintah Iran merilis laporan mengenai garis besar poin kesepakatan.
Laporan tersebut mencakup penolakan menyerahkan pengelolaan Selat Hormuz dan tuntutan pencairan dana Iran yang dibekukan sebesar $24 miliar.
Menanggapi situasi keamanan di jalur laut tersebut, Trump menegaskan bahwa tindakan provokasi yang menargetkan kapal-kapal dagang tidak bisa ditoleransi.
"Sama sekali tidak dapat diterima," tegas Trump.
Ia juga memberikan peringatan tegas agar Teheran segera mengubah sikap mereka. "Mereka sebaiknya segera memperbaiki tindakan mereka, dan secepatnya!"
serunya.
Situasi sebelumnya menunjukkan optimisme tinggi bahwa kesepakatan kerangka kerja dapat ditandatangani pada akhir pekan tersebut, meskipun kemudian dibantah oleh pihak Teheran.
>>> Jude Bellingham Siap Bersaing Sehat Demi Posisi Utama di Timnas Inggris
Trump sempat menjelaskan kepada media di Ruang Oval pada Kamis (11/06) bahwa sejumlah berkas perjanjian sedang disiapkan.
