⌂ Beranda News Garuda AI Impact Summit 2026 Hasilkan Rekomendasi Kebijakan AI Nasional

Garuda AI Impact Summit 2026 Hasilkan Rekomendasi Kebijakan AI Nasional

Garuda AI Impact Summit 2026 Hasilkan Rekomendasi Kebijakan AI Nasional
Suasana Garuda AI Impact Summit 2026 di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Pemanfaatan kecerdasan buatan di Indonesia tumbuh pesat di berbagai sektor, mulai dari layanan publik hingga dunia usaha.

Perkembangan ini menuntut kepastian penggunaan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan berdampak nyata.

>>> Arsenal Pertimbangkan Rekrut Christos Tzolis dari Club Brugge

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam Garuda AI Impact Summit 2026 yang digelar di Jakarta.

Forum ini diinisiasi oleh Binar bersama Microsoft, mengintegrasikan peran pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas teknologi.

Pertemuan ini merupakan puncak program penguatan talenta AI nasional yang telah menyalurkan beasiswa pelatihan kepada sekitar 145.000 peserta dalam setahun terakhir.

Program ini juga menyasar Aparatur Sipil Negara dari berbagai daerah.

Acara ini melanjutkan agenda Regional AI Impact Summit yang sebelumnya sukses di lima wilayah. Forum regional tersebut memetakan kompetensi talenta, potensi implementasi, serta hambatan adopsi teknologi.

Founder dan CEO Binar, Alamanda Shantika, menekankan bahwa transformasi AI tidak boleh berhenti pada pengenalan alat digital. Kesiapan manusia, organisasi, dan ekosistem menjadi pilar utama dampak nyata.

“AI transformation tidak cukup hanya dimulai dari pengenalan tools.

Yang lebih penting adalah bagaimana manusia, organisasi, dan ekosistemnya siap menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata,” ujar Alamanda.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa akses terhadap AI harus inklusif. Teknologi ini tidak boleh menciptakan eksklusivitas bagi kelompok tertentu.

“AI tidak boleh hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi.

>>> Thierry Henry Jagokan Timnas Perancis Juara Piala Dunia 2026

Manfaat AI harus dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara,” kata Nezar.

Nezar menambahkan bahwa indikator keberhasilan transformasi digital bukan hanya kecepatan adopsi. Tolok ukur utama adalah seberapa luas dampak positif yang dirasakan publik.

Dari perspektif global, AI Skills Director Microsoft Asia, Caroline McGrath, menyoroti pentingnya kemitraan multipihak. Keberhasilan adopsi teknologi memerlukan kerja sama erat antara pemerintah, swasta, pendidikan, dan masyarakat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru