Hingga kini berkembang menjadi 500 Billion Meals Challenge, salah satu gerakan filantropi pangan terbesar yang pernah ada.
Malam itu, percakapan mengalir hangat. Tony banyak bertanya.
Presiden Prabowo menjawab.
Sampailah pada satu pertanyaan sederhana penuh makna: "Why are you doing this, at this scale, at this speed?"
Presiden Prabowo terdiam beberapa saat. Kemudian beliau menjawab pelan.
"Saya tidak mau ada anak kecil di Indonesia yang lapar." Beliau berhenti sejenak.
"Saya tidak mau mereka menunggu."
Matanya mulai berbinar. "Saya akan merasa zalim kepada mereka jika saya tidak melaksanakan program ini secepat-cepatnya, sebaik-baiknya."
Beliau melanjutkan, "Lebih dari seratus negara sudah menjalankan program makan sekolah. Amerika menjalankannya.
Negara-negara maju menjalankannya. India pun bisa jalankan.
Indonesia juga harus bisa."
Di tengah kalimat itu, Dirgayuza melihat sesuatu yang jarang ia lihat: Tony Robbins menangis. Mereka yang menyaksikan pun turut menangis.
Air mata Tony jatuh bukan karena ia merasakan sesuatu yang sangat ia pahami. Ia melihat seorang pemimpin yang berbicara tentang anak-anak lapar bukan sebagai data, melainkan sebagai amanah.
Malam itu Tony berjanji. Ia akan datang ke Indonesia.
Dengan biaya sendiri. Tanpa satu rupiah pun biaya dari Pemerintah Republik Indonesia.
Ia ingin melihat langsung. Ia ingin merasakan langsung.
Ia ingin menyaksikan sendiri bagaimana program makan bergizi gratis dengan scale up tercepat di dunia itu dijalankan.
Dan ia menunaikan janjinya. Awal Juni lalu, Tony Robbins benar-benar datang.
Ia mengunjungi dapur SPPG. Ia melihat bagaimana makanan disiapkan.
>>> Presiden Senegal Pecat Perdana Menteri Imbas Krisis Utang
Ia berbicara dengan para penggerak di lapangan. Ia makan bersama Presiden Prabowo dan para siswa di SMPN 111 Jakarta.
Esoknya, ia berdiri di hadapan sekitar 12.000 penggerak Makan Bergizi Gratis dari seluruh Nusantara.
Saat melihat itu semua, Dirgayuza teringat kembali dinginnya malam Washington DC bulan Februari lalu. Sebuah percakapan yang akhirnya berubah menjadi tindakan nyata.