Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengonfirmasi bahwa tim Merah Putih telah mengamankan tiga tiket untuk Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Kepastian ini diperoleh setelah PBTI menerima surat resmi dari Asian Taekwondo Union (ATU) pada Sabtu, 13 Juni 2026.
>>> KPK Dalami Dugaan Rintangan Penyidikan Kasus Korupsi Ditjen Bea Cukai
Indonesia mendapat tambahan dua kuota baru dari sektor kyorugi putra kelas under 68 kg dan under 80 kg.
Tambahan itu melengkapi satu tiket yang sudah diraih lebih dulu oleh M. Rizal di nomor poomsae putra.
Rizal mengunci tiket setelah meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 Mongolia. Sementara itu, M.
Bassam Raihan (under 68 kg) dan M.
Raihan Fadhilah (under 80 kg) menyusul berkat akumulasi poin yang cukup, meski langkah mereka terhenti di babak perempatfinal.
Kuota Milik Nomor Pertandingan
PBTI menegaskan bahwa kuota yang didapat adalah milik nomor pertandingan, bukan atas nama individu atlet.
>>> Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Nama-nama yang diturunkan di Nagoya nanti masih bisa berubah tergantung hasil pemantauan perkembangan tim.
"Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan," ujar Kepala bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI Pino Indra Perdana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6/2026).
Sebagai langkah seleksi, PBTI akan menguji progres performa para atlet melalui Kejuaraan Satria Nusantara yang digelar di Bandung pada awal Juli mendatang.
"PBTI akan mencari yang terbaik di kelas itu, makanya akan diadakan monitoring," kata Pino.
Di babak utama Asian Games nanti, tim taekwondo Indonesia dipastikan menghadapi tantangan berat dari kekuatan tradisional Asia.
Di nomor poomsae putra, Indonesia berpotensi bentrok dengan Korea Selatan, Iran, Chinese Taipei, Jepang, Thailand, Vietnam, Malaysia, hingga Filipina.
>>> Ekonom Sebut Komunikasi Pemerintah Jadi Akar Isu Pembatasan Pertalite
Sementara di nomor kyorugi, negara kuat seperti Uzbekistan, Kazakhstan, China, dan Yordania siap menghadang.