⌂ Beranda News Iran Ancam Serang Fasilitas Elon Musk di Timur Tengah, Starlink Jadi Target

Iran Ancam Serang Fasilitas Elon Musk di Timur Tengah, Starlink Jadi Target

Iran Ancam Serang Fasilitas Elon Musk di Timur Tengah, Starlink Jadi Target
Ilustrasi ancaman Iran terhadap fasilitas Elon Musk di Timur Tengah
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Iran mengancam akan menjadikan seluruh fasilitas perusahaan milik Elon Musk di Timur Tengah sebagai target serangan militer.

Ancaman ini mencakup layanan internet satelit Starlink milik SpaceX.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Rak Besi Hingga Rp 1,2 Juta

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk balasan terhadap aksi serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat. Media Iran, Fars, menyampaikan ancaman ini melalui unggahan di Telegram.

Fasilitas yang menjadi sasaran termasuk ground station regional Starlink di Asia Barat. Layanan Starlink dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung operasi militer AS melawan Iran.

Menurut laporan Fars, Starlink digunakan untuk mengoperasikan drone penyerang dan pesawat pengintai tanpa awak. Tindakan AS yang didukung perusahaan Musk disebut Iran sebagai kejahatan perang.

"Republik Islam Iran berhak menyerang semua fasilitas yang terkait dengan kepemilikan Musk di wilayah tersebut dan di wilayah pendudukan," kata sumber Fars, dikutip dari CNBC, Jumat (12/6/2026).

Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran juga telah mengancam fasilitas perusahaan AS lain di Timur Tengah. Beberapa di antaranya adalah Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.

>>> Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026

Eskalasi Konflik AS-Iran

Ketegangan regional semakin meningkat setelah AS dan Iran saling meluncurkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi militer ini mempersulit proses pencapaian kesepakatan damai.

Konflik terbaru bermula saat Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter Angkatan Darat AS di atas Selat Hormuz pada Senin lalu.

AS kemudian membalas dengan serangan pada Selasa, yang memicu respons militer dari Iran.

AS kembali meluncurkan rudal pada Rabu.

>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.860 per Dollar AS, Ditopang Kenaikan BI Rate

"Kami menjatuhkan bom senilai USD 250 juta kepada mereka (Iran) tadi malam," kata Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis pagi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru