Harga Ethereum mencatatkan kenaikan pada perdagangan awal pekan ini. Aset kripto tersebut naik 2,24 persen dalam 24 jam terakhir.
Ethereum kini berada di level 1.721,07 dolar AS atau sekitar Rp 30,5 juta. Angka ini menggunakan kurs Rp 17.860 per dolar AS.
>>> Yamaha: Modifikasi Estetika Fazzio dan Grand Filano Tak Hanguskan Garansi
Dalam sepekan terakhir, Ethereum menunjukkan stabilitas dengan kenaikan 1,00 persen. Kapitalisasi pasarnya mencapai 207,6 miliar dolar AS atau Rp 3.677 triliun.
Rata-rata kenaikan Ethereum per 24 jam mencapai 2,28 persen. Penguatan ini didorong oleh tren bullish Bitcoin di pasar.
Sebelum menguat, Ethereum sempat mengalami fluktuasi signifikan.
Pada 14 Juni 2026 pukul 21.40 WIB, harganya turun ke titik rendah 1.655,54 dolar AS atau Rp 29,41 juta.
>>> Pantai Gading Tekuk Ekuador 1-0 Berkat Gol Dramatis Amad Diallo
Namun, kondisi berbalik pada 15 Juni 2026 pukul 05.00 WIB. Harganya melonjak ke 1.724,24 dolar AS atau Rp 30,6 juta.
Memasuki pagi hari, Ethereum bertahan di atas level 1.700 dolar AS. Kenaikan sempat mencapai 2,86 persen hingga 1.727,09 dolar AS.
Dampak Penyelesaian Isu Geopolitik Global
Faktor eksternal menjadi pemicu penguatan Ethereum. Sektor makroekonomi bergerak ke arah risk-on setelah perkembangan baru di ranah geopolitik.
Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai dengan Iran pada 14 Juni 2026. Langkah ini bertujuan membuka kembali jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.
>>> Jepang Imbangi Belanda 2-2 Usai Tertinggal Dua Kali di Piala Dunia 2026
Meredanya ketegangan geopolitik mendorong gairah investor terhadap aset berisiko. Bitcoin melesat melampaui 65.000 dolar AS, diikuti oleh penguatan Ethereum.