Pihak kontraktor berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai dengan garis waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Kami berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa yang nantinya akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ini," lanjutnya.
Manajemen Brantas Abipraya memastikan akselerasi pengerjaan terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Pengawasan berlapis diterapkan agar semua fasilitas sekolah dapat langsung berfungsi optimal ketika kalender akademik baru dimulai.
Sekolah Rakyat Jabar II diproyeksikan memiliki kapasitas tampung berkisar antara 900 hingga 1.080 peserta didik.
Daya tampung tersebut nantinya akan terbagi ke dalam 36 kelompok rencana rombongan belajar. Pendirian sekolah ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperluas jangkauan pendidikan bermutu tanpa biaya.
Target utama dari program ini adalah masyarakat yang berada pada kategori desil 1 dan desil 2, atau kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Keberadaan fasilitas terpadu ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi berprestasi dari lingkungan belajar yang inklusif.
Pihak BUMN konstruksi menyatakan kebanggaannya terlibat dalam proyek sosial ini.
>>> Kemensos Perluas Fungsi Sentra Jadi Pusat Pemberdayaan Kelompok Rentan
"Asas BUMN konstruksi, Brantas Abipraya bangga dapat berkontribusi dalam mewujudkan program ini dan akan terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus bangsa," tutup Dian.
