"Saya pikir ini musim yang spektakuler dan secara pribadi saya juga sangat senang dengan performa saya," tutur Raya.
"Pertama-tama, ini adalah mimpi bisa berada di sini. Ini Piala Dunia kedua saya dan tentu saja mimpi untuk bisa berpartisipasi di lapangan."
Raya juga menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan pelatih terkait siapa yang akan diturunkan sejak menit pertama.
"Tentu saja saya memiliki tahun yang sukses bersama Arsenal, memenangkan Sarung Tangan Emas ketiga dan Premier League. Tapi apa yang saya pikirkan tidak penting.
Yang penting adalah apa yang dipikirkan bos dan apa yang terbaik untuk tim," jelas Raya.
Kondisi fisik yang prima setelah musim yang padat membuat Raya merasa siap untuk berkontribusi kapan pun dibutuhkan oleh tim nasional.
"Secara fisik saya merasa sangat baik," ujar Raya. "Saya tidak memiliki ketidaknyamanan, saya merasa penuh energi."
>>> Keito Nakamura Dipastikan Pakai Pelindung Kaki Saat Lawan Belanda
Persaingan Sehat di Sektor Kiper
Persaingan di sektor penjaga gawang Spanyol dianggap Raya sebagai hal yang positif untuk mendorong performa seluruh komponen tim menjadi lebih baik.
"Kami menerima perdebatan itu dengan wajar," kata Raya. "Selalu ada persaingan ketat dengan kiper yang kami miliki."
Sebelum turnamen dimulai, Spanyol membagi menit bermain para kiper di laga uji coba. Joan Garcia bermain melawan Irak, sementara Unai Simon dan Raya berbagi babak saat menghadapi Peru.
"Kami saling mendorong untuk menjadi lebih baik dan membuat pekerjaan manajer sedikit lebih sulit untuk memilih. Kami di sini untuk saling membantu.
Siapa pun yang bermain di pertandingan pertama, kedua, dan ketiga akan melakukan yang terbaik," tutur Raya.
Raya yang sudah menghabiskan waktu 14 tahun di Inggris bersama Blackburn, Southport, dan Brentford sebelum ke Arsenal, juga sempat memicu perdebatan di media lokal Spanyol.
"Wajar jika di media, dengan Joan dan Unai di LaLiga, ada perdebatan," ujar Raya. "Saya sudah lama meninggalkan Spanyol.