⌂ Beranda News Danantara Indonesia Terbitkan Obligasi Perdana 1,5 Miliar Dollar AS

Danantara Indonesia Terbitkan Obligasi Perdana 1,5 Miliar Dollar AS

Danantara Indonesia Terbitkan Obligasi Perdana 1,5 Miliar Dollar AS
Ilustrasi obligasi global Danantara Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Lembaga Danantara Indonesia resmi menerbitkan obligasi global (global bond) perdana berbasis dollar AS senilai 1,5 miliar dollar AS di Jakarta pada Senin (15/6/2026).

Penerbitan ini mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari tiga kali lipat. Hal ini menjadi indikator kuatnya kepercayaan pasar internasional terhadap prospek perekonomian nasional.

>>> Generasi Muda Padati Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa respons positif terlihat dari minat para pemodal terhadap instrumen utang berdurasi lima tahun dan 10 tahun.

Bahkan, muncul ketertarikan untuk investasi berdurasi hingga tiga dekade.

Awalnya, target penghimpunan dana hanya sebesar 1 miliar dollar AS.

Namun, setelah roadshow ke berbagai pusat keuangan global, total permintaan mencapai 4,6 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 74,98 triliun.

Manajemen akhirnya memutuskan menyesuaikan volume penerbitan menjadi 1,5 miliar dollar AS.

Menurut Rosan, pencapaian ini membuktikan bahwa posisi Indonesia tetap dipandang positif oleh pasar dunia meskipun ada ketidakpastian ekonomi global.

>>> Kemenkes Nonaktifkan 297 Calon Dokter Gagal Uji Kompetensi

Realisasi dana dibagi merata, masing-masing 750 juta dollar AS untuk tenor lima tahun dan 10 tahun.

Tingkat kupon untuk tenor lima tahun ditetapkan 5,35 persen dan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen, di bawah perkiraan awal pasar.

Komposisi pembeli obligasi didominasi investor dari Amerika Serikat dan Eropa.

Untuk tenor lima tahun, porsi investor AS sebesar 38 persen, Eropa dan Timur Tengah 41 persen, serta Asia 21 persen.

Sementara untuk tenor 10 tahun, AS mendominasi dengan 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah 31 persen, serta Asia 17 persen.

Rosan menambahkan bahwa peminat terbesar justru dari Amerika Serikat, menandai pergeseran dari tren historis yang biasanya didominasi pasar Asia.

>>> Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap Indonesia sangat baik.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru