Kenaikan ini didorong oleh perbaikan Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) ke posisi 72,3 dan Indeks Ekspektasi (IE) ke posisi 108,2.
Faktor eksternal seperti penyaluran bantuan sosial, ketersediaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, proyek pemerintah dan swasta, serta pembukaan usaha baru menjadi pemicu utama naiknya optimisme publik.
LPS menilai membaiknya angka kepercayaan ini merefleksikan sentimen positif masyarakat terhadap situasi ekonomi regional dan peluang kerja.
"Perkembangan ini mengindikasikan adanya perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian, terutama seiring membaiknya penilaian terhadap kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini.
Di saat yang sama, konsumen masih tetap optimistis terhadap prospek ekonomi dan pendapatan pada masa mendatang," tulis LPS.
Namun, akselerasi IKK tertahan oleh hambatan di sektor pertanian akibat gagal panen saat fase panen raya serta dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan elpiji.
Dari aspek demografi ekonomi, lompatan IKK tertinggi diraih oleh kelompok masyarakat berpendapatan hingga Rp1,5 juta sebesar 8,2 poin.
>>> Dharma Pongrekun Ubah 85% Substansi Gugatan UU Kesehatan di MK
Sementara itu, kelompok berpenghasilan di atas Rp7 juta justru terkoreksi 5,4 poin meski indeksnya tetap bertahan di atas ambang 100.