"Kami percaya bahwa aparat penegak hukum melakukan tugasnya dengan semaksimal mungkin.
Kita bisa melihat transparansinya, segala sesuatunya sudah dipublikasi dan itu bagian dari keterbukaan dalam proses penegakan hukum," katanya.
Setyo menambahkan bahwa koordinasi antarlembaga penegak hukum akan tetap dibuka apabila dibutuhkan di masa mendatang.
Audit Menyeluruh Pengadaan BGN
Kejaksaan Agung kini memperluas cakupan pemeriksaan ke seluruh sektor pengadaan barang di Badan Gizi Nasional dengan menggandeng auditor eksternal.
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah menjelaskan bahwa audit menyeluruh dilakukan untuk memeriksa kewajaran harga pengadaan aset lain seperti sepatu, tablet, dan televisi.
"Semua, pengadaan semua kita lagi teliti dan kita kerja sama dengan BPKP ini. Nanti, kita lihat nanti kewajaran-kewajarannya.
Semua kita buka lah," ujar Febrie Adriansyah di kantor Badan Pemulihan Aset, Senin (15/6/2026).
Kejaksaan berkomitmen menyelesaikan proses hukum ini demi menjaga pemulihan tujuan awal program pemenuhan gizi masyarakat.
"Kalau seandainya benar dia nanti vendornya betul-betul dari penghasilan sekitar situ, sayurnya, ayamnya. Nah, kita harapkan itu.
>>> Gerindra: Silaturahmi Didit Prabowo ke Jokowi Hal Lumrah
Makanya kita proses, ini kita buka ya, dan ini kita dorong bagaimana tujuan ya, tujuan baik MBG ini bisa, kita pastikan berhasil," tuturnya.