Penggunaan sepeda motor listrik semakin meningkat, namun risiko kebakaran saat pengisian daya perlu diwaspadai. Kesalahan teknis dalam proses pengecasan menjadi penyebab utama insiden tersebut.
Menurut Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, masalah utama berasal dari prosedur pengisian yang keliru.
>>> Aparat Meksiko Jatuhkan Drone Tak Terdaftar di Markas Latihan Korea Selatan
Durasi pengecasan berlebihan dan penggunaan perangkat yang tidak kompatibel sering memicu panas berlebih.
"Biasanya karena pengecasannya terlalu lama atau colokan chargernya kurang pas," kata Alfian. Hambatan aliran listrik akibat konektor tidak tertancap sempurna menyebabkan akumulasi panas pada titik sambungan.
"Kalau colokannya kurang kencang, konektornya bisa panas. Kebanyakan kasus awalnya meleleh dulu, kalau dibiarkan bisa sampai terbakar," ujarnya.
Penggunaan Charger Tidak Sesuai
Faktor lain yang memperbesar risiko adalah pemakaian charger di luar spesifikasi pabrikan. Beberapa pemilik memaksakan fast charging pada motor yang tidak mendukung fitur tersebut.
"Biasanya juga karena penggunaan charger yang tidak sesuai. Misalnya motor sebenarnya tidak mendukung pengisian cepat, tapi dipaksakan menggunakan fast charging," jelas Alfian.
>>> AS dan Iran Teken MoU Akhiri Perang Timur Tengah, Selat Hormuz Dibuka
Tindakan itu memaksa baterai menerima arus listrik melampaui batas desain, menyebabkan suhu internal melonjak drastis. "Kalau dipaksakan, baterainya jadi panas.
Nah, itu yang rata-rata bisa memicu kebakaran," tambahnya.
Sementara itu, kebakaran akibat kerusakan internal sel baterai jarang terjadi. Namun, penanganan cepat tetap diperlukan jika baterai terindikasi rusak.
"Kalau karena ada sel baterai yang rusak sebenarnya jarang sekali. Yang paling sering justru dari charger atau proses pengecasannya," ucap Alfian.
Langkah pencegahan terbaik adalah menggunakan charger bawaan pabrik, memastikan soket terpasang kencang, dan menghindari pengisian daya terlalu lama.
>>> Massa Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta
Dengan begitu, risiko kebakaran dapat diminimalkan.