PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tengah merevitalisasi terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Sumatra Barat.
Proyek ini bertujuan mengubah nuansa terminal menjadi kental dengan budaya Minang.
>>> Persaingan Kerja Ketat, Berapa Lama Fresh Graduate Dapat Kerja?
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp553 miliar. Seluruh dana berasal dari kas internal perusahaan, dengan alokasi khusus Rp140 miliar untuk beautifikasi area estetika terminal.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menyatakan bahwa proyek ini dalam tahap pendampingan oleh Kejaksaan. Hal ini untuk menjaga akuntabilitas keuangan perusahaan.
Cakupan proyek meliputi pembaruan estetika interior, penataan ulang area komersial, dan peningkatan fasilitas terminal. Tujuannya memicu kenyamanan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada pelancong.
>>> Perampok Sekap Karyawan Minimarket di Bekasi dengan Korek Api Berbentuk Pistol
InJourney Airports menetapkan empat fokus utama: transformasi visual interior dengan motif tradisional seperti Kaluak Paku dan Pucuak Rebung, peremajaan boarding lounge dan toilet disabilitas, manajemen alur penumpang di area check-in, serta penyediaan area hijau dalam ruangan.
Bandara ini juga mengusung konsep pengalaman lima panca indera. Meliputi pakaian adat, musik daerah, kuliner Rumah Gadang, hingga wewangian khas.
>>> MPR RI dan Unhas Bahas Evaluasi UUD 1945, Soroti Pasal 33
Target penyelesaian proyek bergeser akibat dinamika lapangan. Manajemen menargetkan seluruh renovasi selesai pada kuartal pertama 2027.