Ia menegaskan bahwa DKI Jakarta tidak boleh hanya maju dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga harus menjadi kota yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perlindungan anak.
"Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya.
Tidak boleh ada anak yang merasa takut pergi ke sekolah, bermain di taman, atau berinteraksi dengan teman-temannya karena ancaman perundungan.
Setiap anak Jakarta harus merasa aman, dihargai, dan dilindungi," tuturnya.
Kenneth mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi budaya perundungan di ibu kota.
"Siapa pun pelakunya, apa pun alasannya, dan di mana pun kejadiannya, perundungan harus dilawan bersama. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan terhadap anak.
>>> Bank Sampoerna Luncurkan Deposito Digital, Targetkan Milenial dan Investor Pemula
Jakarta harus menjadi Kota Ramah Anak, bukan kota yang memberi ruang bagi perundungan," tutupnya.