Hidup di bawah pegunungan berselimut es kini menyimpan ancaman besar bagi jutaan penduduk di wilayah hilir.
Gelombang banjir dahsyat di perbatasan Nepal-China membuktikan bagaimana kondisi lereng semakin tidak dapat diprediksi.
>>> Pujian Luis de la Fuente untuk Gelandang Anyar Barcelona
Kenaikan suhu bumi mencairkan es secara drastis dan membuat struktur lereng pegunungan kehilangan kestabilannya.
Ancaman Longsor Es dan Permafrost
Berdasarkan analisis satelit, gletser raksasa selebar sekitar 600 meter patah dari gunung Langtang Lirung.
Runtuhan tersebut mengirim campuran es, air, dan bebatuan besar yang menghantam ribuan meter ke bawah.
>>> Bruno Fernandes Digaji Tertinggi Lewat Kontrak Baru di Manchester United
Aliran deras menyapu bersih rumah, jembatan, serta infrastruktur penting dan menelan ratusan korban jiwa.
Es di pegunungan berfungsi menahan struktur batuan agar tetap menyatu dalam bentuk permafrost.
Ketika suhu meningkat, permafrost melunak sehingga bongkahan besar di lereng gunung mudah goyah dan runtuh.
>>> Garuda Spark Innovation Hub Perkuat Talenta AI Lewat Sinergi Swasta
Fenomena ini digambarkan para ahli geologi sebagai ancaman tsunami dari langit yang dapat terjadi kapan saja.
