Pemerintah Australia memandang penguasaan bahasa sebagai aspek fundamental dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Watts menggarisbawahi pentingnya alokasi dana total puluhan juta dolar tersebut demi menopang realisasi perjanjian keamanan yang sudah disepakati bersama.
"Sudah jelas tak ada mitra yang harus lebih dipahami Australia dibanding Indonesia dan itulah mengapa anggaran pemerintahan Albanese tahun ini telah mengalokasikan AUD 33,2 juta untuk mendukung implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia.
Termasuk AUD 11,4 juta untuk meningkatkan pendidikan bahasa Indonesia, dan AUD 3,4 juta untuk membangun Dialog Kepemimpinan Australia-Indonesia," ujar Watts.
Watts juga menceritakan pengalaman diplomasinya saat melakukan kunjungan kerja langsung ke wilayah Jawa Tengah bersama Wakil Pimpinan Senat, Richard Colbeck.
Perjalanan tersebut dilakukan guna membangun jejaring dengan tokoh-tokoh muda di daerah setempat.
"Bulan lalu, saya mengunjungi Indonesia dalam kelompok mitra Parlemen Indonesia bersama Wakil Pimpinan Senat, Richard Colbeck. Kami mengunjungi Solo, hub politik dan budaya di Jawa Tengah.
Kampung halaman Presiden sebelumnya, Jokowi dan Wakil Presiden saat ini, Gibran. Keduanya sama-sama mantan wali kota tersebut.
>>> Gempa Magnitudo 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia
Kami menjalin hubungan dengan pemimpin-pemimpin muda, termasuk Wali Kota (Solo) Respati Ardi dan Pangeran Mangkunegara X," ucap Watts.