Induk jantan dan betina sangat protektif terhadap sarang. Mereka tidak ragu meluncurkan serangan mendadak ke arah penyelam atau manusia yang mendekat.
Ada laporan penyelam yang ditabrak hingga sesak napas sementara. Di Thailand, ada kasus yang memperdebatkan keterkaitan serangan ikan ini dengan insiden tenggelam.
Selain hantaman fisik, gigitan gabus raksasa dapat menyebabkan luka robek serius. Luka tersebut memerlukan penanganan medis karena risiko infeksi tinggi.
Menjadi Ancaman Spesies Invasif
Popularitas sebagai ikan peliharaan memicu masalah lingkungan. Banyak individu lepas dari penangkaran atau sengaja dilepasliarkan.
Gabus raksasa kini menyebar ke luar habitat aslinya. Di Amerika Serikat, spesies ini tercatat di minimal enam negara bagian.
Ketangguhan menghadapi berbagai kondisi membuatnya dikategorikan sebagai spesies invasif. Populasi di Sri Lanka dan Taiwan mengancam kelestarian ikan lokal.
>>> Pemprov DKI Jakarta Genjot Sport Tourism Lewat Dua Event Internasional
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menerbitkan peringatan resmi agar masyarakat waspada jika menjumpai gabus raksasa di alam liar.