"Saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati.
Saya tidak mau uang rakyat dicuri," pungkas Prabowo di hadapan 12 ribu penggerak dan mitra MBG di Sentul, Bogor, pada Rabu, 3 Juni lalu.
Pasca-pencopotan dan penahanan dirinya, Dadan sempat memberikan respons singkat kepada media.
Ia menyatakan menerima dan menghormati keputusan Presiden mengenai pemberhentian dirinya, namun belum memberikan penjelasan mengenai status hukumnya sebagai tersangka.
Sebelum tersandung kasus ini, Dadan mengklaim bahwa pembangunan infrastruktur pendukung program telah berjalan pesat sejak dimulai pada 6 Januari 2025.
"Jadi, perkembangannya cukup pesat dalam waktu 1 tahun 4 bulan dan sekarang sudah mencakup hampir 79 persen dari total penerima manfaat yang akan kita layani," kata Dadan, dua bulan sebelum dia ditetapkan sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG.
Dadan Hindayana sendiri merupakan seorang akademisi dan ahli tanaman serta hama dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ia menyelesaikan pendidikan doktor spesialis entomologi terapan di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, sebelum akhirnya dipercaya memimpin BGN.
Menurut penuturan sahabat sekolahnya, Nanang Wiriatno, Dadan dikenal sebagai sosok yang cerdas dan aktif berorganisasi sejak masa SMA di Bandung.
>>> Singapura Respons Kebijakan Ekspor Satu Pintu Komoditas Strategis Indonesia
Namun, karier akademis dan birokrasinya kini harus terhenti akibat proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung.