⌂ Beranda News TNI Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende Demi Koperasi Desa

TNI Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende Demi Koperasi Desa

TNI Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende Demi Koperasi Desa
Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Muhammad Nas memberikan klarifikasi di Mabes TNI
A A Ukuran Teks16px

"Ada katanya dipotong beritanya, videonya, 'menggusur sekolah'. Yang bahaya caption-nya 'Babinsa lebih mengutamakan MBG daripada sekolah'," kata Nas.

"Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat kena dahan pohon duren orang, katanya sebesar jempol kaki, Ibu ini marah-marah, teriak-teriak," tambahnya.

Nas menegaskan bahwa penyebaran klip video dengan narasi yang tidak bertanggung jawab sangat berbahaya bagi institusi.

"Nah, itu di-klip, ibu itu marah-marah, ada alat berat di itu, langsung diberi caption, 'Babinsa lebih mengutamakan MBG daripada sekolah'.

Kira-kira bahaya nggak ini, Pak? Sangat-sangat bahaya," sambungnya.

TNI mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap konten di media sosial demi mencegah kesalahpahaman terhadap program pemerintah.

Di sisi lain, rekaman video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan adu mulut warga dengan pria di atas eksavator serta kerusakan plafon pada Sabtu, 6 Juni 2026, sempat mendapat perhatian dari parlemen.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto tidak boleh mengorbankan fasilitas pendidikan.

"Apa Kopdes lebih penting dari pendidikan, sehingga harus merobohkan bangunan?" kata Andreas melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 9 Juni 2026.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menekankan perlunya pelaksana proyek dan pihak TNI untuk memberikan klarifikasi terbuka atas insiden di SDN Wolomoni tersebut.

>>> Kemenkomdigi Luncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja

"Saya mendesak pelaksana Kopdes dan TNI memberikan penjelasan terkait ini," ujar Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDIP itu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru