Alat bantu seperti kacamata pengamatan matahari khusus atau filter matahari aman diperlukan untuk menghalangi intensitas cahaya yang merusak mata.
Masyarakat yang berada di luar jalur totalitas hanya akan melihat gerhana matahari sebagian.
Selama fase parsial ini, memandang langsung ke arah Matahari tanpa filter yang tepat sangat berbahaya bagi keselamatan mata.
>>> AS Gempur Iran, Targetkan Situs Pertahanan Udara
Fase parsial pada 12 Agustus ini dimulai dari wilayah Rusia utara saat hari baru dimulai.
Wilayah Alaska dan Kanada utara mengalaminya pada pagi hari, sementara provinsi timur Kanada pada sore hari.
Pergerakan gerhana parsial berlanjut ke Amerika Serikat bagian utara sekitar tengah hari hingga sore hari.
Bergeser ke timur, fenomena ini mencapai Inggris, Irlandia, daratan Eropa, serta Afrika pada waktu malam.
Masyarakat di Amerika Serikat dan Kanada bagian selatan hanya melihat sedikit potongan pada cakram Matahari.
Sebaliknya, wilayah Eropa dan Afrika barat laut yang lebih dekat dengan jalur totalitas akan melihat sebagian besar Matahari tertutup.
Penggunaan Alat Bantu Standar
Masyarakat diimbau menggunakan kacamata gerhana yang aman atau alat bantu genggam saat mengamati fase sebagian. Kacamata hitam biasa, seberapa pun tingkat kegelapannya, tidak aman digunakan untuk menatap Matahari.
Alat pengamatan yang aman dirancang ribuan kali lebih gelap dibandingkan kacamata biasa. Standar internasional yang harus dipenuhi oleh alat bantu tersebut adalah ISO 12312-2.
Penggunaan kacamata gerhana tidak boleh dikombinasikan dengan perangkat optik seperti lensa kamera, teleskop, atau teropong.
Sinar matahari yang terkonsentrasi melalui perangkat tersebut dapat menembus filter dan memicu cedera mata serius.
Filter matahari khusus harus dipasang pada bagian depan perangkat optik jika ingin digunakan untuk mengamati Matahari. Langkah ini memastikan cahaya yang masuk sudah tersaring sebelum mencapai mata pengamat.
Metode pengamatan tidak langsung menjadi alternatif jika tidak memiliki kacamata khusus. Salah satu caranya adalah membuat proyektor lubang jarum dengan memanfaatkan kartu indeks yang dilubangi kecil.
Proyektor tersebut berfungsi memproyeksikan gambar Matahari ke permukaan terdekat.
Pengamat harus memosisikan Matahari di belakang tubuh, lalu melihat gambar hasil proyeksi dengan aman tanpa menatap lubang jarum secara langsung.
Fenomena proyeksi alami juga dapat ditemukan di bawah pepohonan.
>>> Ular Piton 7,8 Meter Telan Wanita di Taliabu Maluku Utara
Daun-daun pada pohon berfungsi sebagai lubang jarum alami yang memproyeksikan bentuk sabit gerhana ke permukaan tanah di bawahnya.