⌂ Beranda News Ilmuwan Ungkap Pola Makan Mesopotamia Kuno Lewat Enamel Gigi

Ilmuwan Ungkap Pola Makan Mesopotamia Kuno Lewat Enamel Gigi

Ilmuwan Ungkap Pola Makan Mesopotamia Kuno Lewat Enamel Gigi
Analisis enamel gigi Mesopotamia kuno
A A Ukuran Teks16px

Para ilmuwan berhasil mengungkap jenis makanan yang dikonsumsi masyarakat Mesopotamia kuno melalui analisis enamel gigi.

Penelitian yang dipimpin Matteo Giaccari dari Sapienza University of Rome ini berfokus pada penduduk kota Sumeria kuno Abu Tbeirah di Irak selatan.

>>> DPR Minta Kebijakan Fiskal 2027 Lindungi Kelas Menengah

Masyarakat tersebut diperkirakan hidup sekitar 4.500 tahun yang lalu.

Para peneliti memilih enamel gigi karena strukturnya lebih tahan lama dibandingkan kolagen tulang yang sulit bertahan di lingkungan gurun yang panas dan tinggi garam.

Jenis makanan dapat diidentifikasi melalui kandungan isotop seng di enamel gigi. Kadar isotop ini berubah tergantung asupan, sehingga mampu menunjukkan dominasi konsumsi tumbuhan atau daging.

"Analisis isotop seng pada enamel gigi menyediakan alternatif yang layak untuk merekonstruksi pola makan di Mesopotamia selatan," tulis para peneliti dalam studi yang dikutip dari Phys.

org. Perubahan kandungan seng pada gigi terjadi selaras dengan rantai makanan.

Tim peneliti mengukur variasi perubahan kimia tersebut pada gigi manusia. Mereka juga memeriksa isotop karbon, oksigen, serta unsur jejak barium dan stronsium untuk gambaran yang lebih menyeluruh.

>>> Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Negara Demokrasi Terbuka

Dominasi Gandum dan Daging Babi

Hasil analisis menunjukkan menu makanan utama didominasi serealia seperti gandum dan jelai. Kebutuhan protein hewani harian diperkirakan besar dipenuhi dari konsumsi daging babi.

Temuan ini memberikan sudut pandang baru yang mengejutkan bagi para arkeolog. Catatan sejarah pada tablet tanah liat justru lebih sering mengidentifikasi ikan dan bir sebagai menu utama.

Para peneliti memperkirakan catatan tertulis tentang konsumsi ikan hanya merepresentasikan gaya hidup kelompok elit. Hampir tidak ditemukan bukti empiris konsumsi ikan secara rutin oleh masyarakat setempat.

Padahal, lokasi Abu Tbeirah berada dalam jarak sekitar 30 kilometer dari garis pantai kuno.

Penemuan ini membuktikan analisis enamel gigi dapat membuka jalur baru dalam memahami kehidupan masyarakat purba yang tidak terekam dalam naskah sejarah.

>>> Pemerintah dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027, Target Penerimaan Negara Naik

Laporan lengkap penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 9 Maret 2026.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru