⌂ Beranda News Investor Diversifikasi ke Dollar AS Antisipasi Volatilitas Rupiah

Investor Diversifikasi ke Dollar AS Antisipasi Volatilitas Rupiah

Investor Diversifikasi ke Dollar AS Antisipasi Volatilitas Rupiah
Ilustrasi investor melakukan diversifikasi ke dollar AS
A A Ukuran Teks16px

Volatilitas nilai tukar rupiah diperkirakan masih berlanjut akibat ketidakpastian suku bunga global, gejolak geopolitik Timur Tengah, dan penguatan dollar AS.

Kondisi ini mendorong investor melakukan diversifikasi portofolio ke aset berdenominasi dollar AS.

>>> Trump Cabut Blokade Militer AS di Selat Hormuz Setelah Kesepakatan Damai dengan Iran

Kepala Divisi Corporate Secretary & Communication PT BRI Manajemen Investasi, Bagus Setyawan, menyatakan volatilitas kurs seharusnya tidak hanya dipandang sebagai risiko.

Melainkan momentum evaluasi aset.

"Ketika volatilitas nilai tukar meningkat, kami melihat investor mulai lebih aktif mengevaluasi komposisi asetnya.

Fokusnya bukan hanya mengelola risiko, tetapi juga mencari peluang diversifikasi yang dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio dalam berbagai kondisi pasar," ujar Bagus.

Strategi eksposur dollar AS kini lebih banyak dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan keuangan masa depan yang berkaitan dengan mata uang tersebut.

"Eksposur terhadap mata uang yang berbeda dapat menjadi diversifikasi dalam pengelolaan portofolio.

Bagi sebagian investor, hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan keuangan di masa depan yang memiliki keterkaitan dengan dollar AS," papar Bagus.

>>> Habiburokhman Desak Polisi Usut Tuntas Judi Berkedok Game Anak

Produk Reksa Dana Dollar AS

BRI Manajemen Investasi menyediakan produk reksa dana pasar uang berdenominasi dollar AS. Produk ini mencatat imbal hasil 3,14 persen dari 10 Juli 2025 hingga 8 Juni 2026.

Nilai tersebut setara dengan 15,54 persen jika dikonversi ke dalam rupiah karena pengaruh apresiasi mata uang.

"Dengan fokus pada instrumen jangka pendek, BSLD mempertahankan tingkat likuiditas yang relatif tinggi, sebuah diferensiasi yang membedakannya dari instrumen dollar berjangka panjang," papar Bagus.

Instrumen ini dinilai relevan bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas dan ingin membangun eksposur dollar secara bertahap.

Namun, pemilihan instrumen investasi harus tetap diselaraskan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing individu.

"Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap dollar AS dengan risiko yang terukur dan sesuai kebutuhan likuiditas, instrumen pasar uang dollar dapat menjadi titik awal yang relevan.

>>> Weston McKennie Optimistis Piala Dunia 2026 Ubah Pandangan Warga AS Terhadap Sepak Bola

Yang terpenting adalah memastikan setiap keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing," tukas Bagus.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru