Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyusul tercapainya kesepakatan damai antara negaranya dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan The New York Times pada Senin (15/6/2026).
>>> IHSG Melonjak ke 6.200-an di Pembukaan Perdagangan Senin
Kritik ini menambah ketegangan hubungan kedua pemimpin, setelah Trump menilai sikap Netanyahu sulit diajak bekerja sama.
Trump membandingkan respons Netanyahu dengan para pemimpin dunia lainnya, seperti Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dinilai lebih kooperatif.
Trump menegaskan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memberikan keuntungan besar bagi keamanan Israel.
Ia menilai pemerintah Israel seharusnya menunjukkan rasa terima kasih atas diplomasi yang berhasil dilakukan Washington.
"Dan jujur saja, dia (Netanyahu) seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini.
Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam," kata Trump.
Ketegangan ini bukan yang pertama kali terjadi.
>>> KAI Tambah KA Pandalungan 2, Perjalanan Jember-Gambir Makin Terfasilitasi
Dalam beberapa minggu terakhir, Trump juga sempat mengkritik keras tindakan militer Israel di Lebanon yang dinilai mengganggu jalannya proses negosiasi perdamaian.
Tercapainya kesepakatan damai ini diikuti dengan kebijakan penarikan pasukan.
Blokade militer yang sebelumnya diterapkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz kini telah resmi dinyatakan berakhir.
Trump menulis, "Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat."
Informasi mengenai perdamaian ini dikonfirmasi setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Iran dan Amerika Serikat telah mencapai mufakat.
Melalui media sosial Truth Social, Trump membenarkan pengumuman tersebut dan menyatakan seluruh dokumen perjanjian telah disetujui.
>>> Tiga Sekolah Rakyat Jatim Raih TOP 100 BUMD Education Award 2026
Proses penandatanganan dokumen damai oleh kedua negara dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.