Sementara itu, pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah berpeluang menguat lebih lanjut hingga menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS pada pekan ini.
Momentum penguatan ini dimanfaatkan pula oleh Kementerian Keuangan untuk masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), di mana yield tenor 10 tahun kini berada di angka 7,4 persen.
"Sangat terbuka sekali (Rp 17.500), karena hari ini pun juga kita lihat penguatan sudah 181 point kan.
Artinya bahwa penguatan cukup tajam, kemudian dolar pun terjadi gap down, kemudian harga minyak pun juga gap down," ungkap Ibrahim.
Kondisi pasar global yang mengalami penurunan harga minyak dan pelemahan dolar AS secara serentak juga mendorong para pelaku pasar mengalihkan investasi mereka ke aset aman lain seperti emas.
>>> Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026 Berakhir Imbang 2-2
"Ya, kemungkinan besar ini akan terus reli, ya kemungkinan besar akan menuju di level Rp 17.500," pungkasnya.