⌂ Beranda News Sandy Hananda Tolak Tawaran BUMN demi Jadi Videografer Freelance

Sandy Hananda Tolak Tawaran BUMN demi Jadi Videografer Freelance

Sandy Hananda Tolak Tawaran BUMN demi Jadi Videografer Freelance
Sandy Hananda sebagai videografer freelance
A A Ukuran Teks16px

Memasuki tahun kedua, Sandy mengalokasikan tabungannya untuk meningkatkan kualitas peralatan kerja demi memperluas peluang mendapatkan klien yang lebih besar.

>>> AI Mulai Jadi Fondasi Baru Operasional Perusahaan di Indonesia

"Di tahun kedua, alhamdulillah sudah mulai berkembang. Dari tabungan yang ada aku mulai mengganti semuanya dengan alat baru untuk bekerja."

Memasuki tahun ketiga, tantangan lain muncul seperti menghadapi risiko klien yang gagal bayar atau menipu sehingga ia terpaksa menalangi upah timnya terlebih dahulu.

"Selama ini ada pengalaman klien gagal bayar, kabur, atau menipu. Itu ngaruh banget, karena aku harus bayar tim setelah selesai tugasnya.

Aku harus bayar pakai uangku dulu, karena klien belum bayar," imbuhnya.

Langkah penanganan menggunakan dana pribadi tersebut tetap ia lakukan demi menjaga etika kerja dan kepercayaan rekan kerja di masa depan.

"Ini seperti etika kerja agar tim juga enak bekerja sama dengan aku, kalau enggak segera dibayar, khawatirnya dia enggak mau kerjasama lain."

Mengenai fluktuasi pendapatan bulanan, Sandy menilai sistem subsidi silang antarbulan menjadi hal yang wajar ditemui dalam dunia freelance.

"Opini yang bilang kerja kantoran lebih pasti itu valid. Tapi menjadi freelancer itu terkadang nilai pendapatannya bisa lebih, meskipun setiap bulan berbeda," pungkas Sandy.

Fleksibilitas aturan kerja menjadi keunggulan tersendiri, di mana ia memfokuskan tolok ukur kesuksesan pada perkembangan proses kerja dari waktu ke waktu.

"Jadi seperti subsidi silang, satu bulan ada yang pendapatannya tinggi, bulan lain bisa jadi sepi. Namun, kalau freelance aku merasa lebih fleksibel aturan kerjanya," tambahnya.

Kini setelah tiga tahun berjalan, konsistensi tersebut membuktikan bahwa keberanian mengambil jalur karier yang berbeda dapat membuka peluang baru.

>>> Kejutan Piala Dunia 1982: Aljazair Tumbangkan Jerman Barat

"Ketika memulai sesuatu yang disukai itu patokannya tidak sukses, melainkan progres yang dilalui setiap waktunya. Jika merasa sedang stuck, bisa dilihat lagi progresnya agar kembali bangkit," katanya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru