Pemerintah China akan memberlakukan dua standar nasional wajib baru untuk kendaraan energi baru (NEV) mulai 1 Juli 2026.
Langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan mobil listrik yang populasinya terus melonjak.
>>> Dishub DKI Jakarta Jaring Ratusan Pelanggar Parkir Liar dalam Sehari
Dua aturan tersebut adalah Persyaratan Keselamatan untuk Kendaraan Listrik (GB18384—2025) dan Persyaratan Keselamatan Baterai Daya untuk Kendaraan Listrik (GB38031—2025).
Regulasi ini memfokuskan pengawasan pada proteksi kendaraan secara menyeluruh dan keamanan baterai.
Kebijakan ini muncul di tengah akselerasi pasar NEV domestik.
Data Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) per 10 Juni 2026 mencatat produksi Mei mencapai 1,554 juta unit dan penjualan 1,496 juta unit.
Akumulasi NEV yang beroperasi di China hingga akhir 2025 mencapai 43,97 juta unit.
Sistem Pemutus Daya Satu Tindakan
Pembaruan krusial dalam standarisasi ini adalah kewajiban sistem "one-touch power-off" atau mekanisme pemutus daya satu tindakan.
Saat ini, mayoritas mobil listrik masih mengandalkan sistem elektronik berbasis perangkat lunak untuk memutus pasokan listrik tegangan tinggi.
Pabrikan diwajibkan menyediakan tombol atau tuas fisik yang dapat diakses pengemudi maupun tim penyelamat untuk memutus total aliran baterai saat darurat.
Fitur fisik ini dinilai penting untuk mengurangi bahaya sengatan listrik dan mempercepat evakuasi korban saat kecelakaan atau kebakaran.
>>> Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Program Padat Karya 2026
Uji Baterai Diperketat
Sektor pengujian baterai mengalami parameter keselamatan yang lebih ketat melalui tiga poin utama.
Pertama, keselamatan termal: baterai tidak boleh memicu api atau meledak sama sekali, bukan hanya memberi peringatan dini lima menit.
Kedua, integritas struktur: ada penambahan metode uji tabrak area kolong untuk mengukur kekuatan tameng proteksi baterai dari benturan bawah.
Ketiga, daya tahan: baterai harus lulus tes keselamatan setelah 300 siklus pengisian cepat, terbukti aman dari korsleting eksternal tanpa risiko kebakaran.
Dampak dan Kesiapan Industri
Regulasi ini diproyeksikan merombak peta kompetisi industri NEV. Produsen dengan teknologi mapan akan diuntungkan, sementara yang mengandalkan harga murah bakal tertekan.
Penyeragaman standar juga dipercaya menstabilkan valuasi harga mobil listrik bekas dan menekan risiko klaim asuransi.
Kepala Ilmuwan CATL, Wu Kai, memprediksi aturan ini mampu menekan potensi kebakaran spontan pada mobil listrik hingga lebih rendah dari kendaraan konvensional.
CATL mengonfirmasi seluruh lini produk untuk kendaraan penumpang dan komersial telah lulus standarisasi ini sejak Mei 2025.
BYD juga mengklaim Blade Battery generasi kedua telah memenuhi bahkan melampaui ambang batas yang ditetapkan.
>>> Vozinha Viral Usai Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026
Namun, sejumlah analis memperkirakan pengetatan standar berpotensi memicu lonjakan biaya produksi yang memengaruhi harga jual kendaraan baru setelah Juli 2026.